Analisis Berita "Kasus Ranca Upas, Puncak dari Kerusakan Hutan yang Kerap Terjadi"

Rosidah Purwanti ( 24071119126 )

1.      Pendapat mengenai pemberitaan yang sedang viral :

v  Judul berita : Kasus Ranca Upas, Puncak dari Kerusakan Hutan yang Kerap Terjadi

(Sumber berita : Kompas.com, 13 Maret 2023) https://bandung.kompas.com/read/2023/03/13/162308178/kasusrancaupas

·         Sebelum diangakat menjadi berita, terlebih dahulu beredar video di media sosial mengenai seorang pengelola atau petani ditempat wisata Ranca Upas yang mengamuk ditujukan kepada perhutani dan panitia even motor trail dikarenakan lahan tanaman Edelwis yang ditanam rusak akibat dari event trail yang dilaksanakan pada 5 maret 2023,

·         Video tersebut menjadi viral karena banyak masyarakat yang berempati akan kejadian tersebut, sehingga diangkat menjadi berita oleh beberapa media.

·         Dari pemberitaan tersebut akhirnya panitia penyelenggara event trail minta maaf tetapi hanya ditujukan untuk pihak sponsor dan para peserta event, tidak pada pihak pengelola kawasan Ranca Upas. Pengelola event trail tersebut juga bertujuan memperbaiki kawasan Edelwis yang dirusaknya, tetapi dengan cara melakukan open donasi di media sosial yang menyebabkan banjir hujatan,

·         Dan kasus tersebut berbuntut panjang, hingga aktivis lingkungan melakukan demo dikantor perhutani Bandung, dan meminta Perhutani dibubarkan bila tidak sanggup mengelola kawasan hutan.

v  Pendapat : dengan viralnya pemberitaan tersebut,

·         Dari video seorang pengelola atau petani Edelwis di Ranca Upas yang meluapakan amarahnya kepada perhutani dan panitia event trail karena lahan kawasan Edelwis yang hancur adalah suatu tindakan yang benar karena dia bertujuan untuk mempertahankan kelestarian lingkungan yang selama ini di bina dan di kelola olehnya.

·         Pada kejadian yang diberitakan juga terkonfirmasi bahwa panitia event trail tersebut hadir hanya pada saat dijalur awal start saja, tidak ada panitia dijalur lintasan lain untuk mengarahkan. Dari hal tersebut mengakibatkan para peserta event trail terjebak dijalur dan kebingungan memilih jalur, hingga tersasar ke kawasan rawa yang ditumbuhi tanaman Edelwis. Jadi pantas jika pihak panitia pengelola event trail ini disalahkan karena tidak bertanggung jawab penuh pada kegiatan yang di selenggarakan, hingga menimbulkan kerusakan pada alam, dan kerugian pada warga atau petani sekitar.

 

2.      Sudut pandang mengenai topik berita yang sedang diangkat :

Sudut pandang : Pada tanggal 5 maret 2023, sebuah komunitas motor trail menyelenggarakan event yang dilaksakan di kawasan wisata Ranca Upas, Bandung.

Pada kegiatan tersebut panitia hanya hadir pada saat garis start saja, tidak ada dijalur lintasan, dan di jalur finish pun tidak ada panitia untuk mengarahkan. Hingga membuat para peserta kebingungan memilih jalur dan tersasar ke lahan yang ditumbuhi tanaman Edelwis.

Event tersebut berakhir ricuh, dengan para peserta membakar 3 unit motor yang akan dijadikan hadiah karena kecewa pada panita yang tidak professional dalam pelaksanaannya.

 

Dari kejadian tersebut menyebabkan lahan tanaman Edelwis rata menjadi kubangan tanah dan lumpur. Hingga salah seorang pengelola atau petani protes mengungkapkan kekesalannya melalui video yang diunggah memalui media sosil yang ditujukan pada pihak perhutani yang memberikan izin event dan kepada panitia event trail.

 

Akhirnya panitia event meminta maaf kepada pihak yang dirugikan, tetapi hanya ditujukan untuk pihak sponsor dan para peserta event, tidak pada pihak pengelola kawasan Ranca Upas. Pengelola event trail tersebut juga bertujuan memperbaiki kawasan Edelwis yang dirusaknya, tetapi dengan cara melakukan open donasi di media sosial yang menyebabkan semakin dibanjiri hujatan,

 

Hingga aktivis lingkungan turun langsung melakukan demo dikantor Perhutani Bandung, dan meminta Perhutani dibubarkan bila tidak sanggup mengelola kawasan hutan. Dari demo tersebut menghasilakan keputusan dari Perhutani untuk menghentikannya kegiatan yang merusak hutan diseluruh wilayah Jawa Barat, dan memperbaiki kerusakan di kawasan Ranca Upas.

 

3.      Bagaimana kontennya

·         Menarik ?

Menarik, karena dalam berita tersebut menyertakan video dari seorang pengelola yaitu petani yang sedang meluapkan kekesalannya.

·         Netral ?

Netral, Karena isi informasi berita tersebut sesuai dengan video yang beredar dimedia sosial, dan sesuai dengan informasi berita dari media lain.

                

4.      Ulasan pandangan bagaimana media memberitakan sesuatu

·         Apa yang menarik ?

Berita tersebut menarik karena informasi yang disampaikan dapat dengan mudah dipahami dari mulai penggunaan bahasanya, dan sebagai pembaca juga dapat mengambil pelajaran hingga pengetahuan yang berguna.

·         Apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh media ?

·         Media harus mengkonfirmasi kebenaran  informasi yang didapatkan untuk dijadikan berita.

·         Informasi yang disampaikan tidak menggiring opini

·         Isi berita media tidak boleh memihak pihak tertentu

·         Isi berita harus akurat.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Analisis Berita "Kasus Ranca Upas, Puncak dari Kerusakan Hutan yang Kerap Terjadi""

Posting Komentar